Arsip untuk ‘pantun nasehat’ Kategori

h1

PANTUN NASEHAT ADAT

Juli 28, 2008

Lapun-melapun ke Inderagiri
Singgah sebentar ke Betipuh
Ampun hamba tegak berdiri
judnya duduk dengan bersimpuh

Diradang-radang memasap
Tertangguk badar dan gulama
Dibilang-bilang meratap
Diurai si tambo lama

Tertangguk badar dan gulama
Tiga gurundang di hulunya
Diuraikan si tambo lama
iga undang dahulunya

Pertama undang silama-lama
Kedua undang sigemak-gemak
Ketiga undang simumbang jatuh
Itulah undang masa ketika

Dibelah-belah pertiga
Siraut pembelah rotan
Luhak dibaginya tiga
dat dibaginya delapan

Berek-berek turun ke semak
Dari semak turun ke padi
Dari nenek turun ke mamak
Dari mamak turun ke kami

Jahit berjahit tepi kasur
Suji-bersuji tepi bantal
Kalau raib di dalam usul
ilik saja pada yang asal

Rama-rama si kumbang janti
Hatib indah pulang berkuda
Patah tumbuh hilang berganti
Pusaka tinggal begitu juga

Dahulu rebab yang bertangkai
Kini kopi yang berbunga
Dahulu adat yang berpakai
ini rodi yang berguna

Sejak berduku, berkelapa
Pandan tidak panjang lagi
Sejak bersuku, berkepala
Badan nan tidak senang lagi

Yang merah hanya saga
Yang kurik hanya kundi
Yang indah hanya bahasa
ang baik hanya budi

Kilang tebu kilang tanak
Kilang sama diapikan
Dari nenek turun ke mamak
Pusaka jadi digantikan

Sengkono mudik ke hulu
Di mana tohor situ sekatkan
Pusaka nenek mamak yang terdahulu
da berbuhul berikatan

Orang Padang mencuci benang
Dilipat maka dipertiga
Kalau direntang hanya panjang
Elok singkatkan sekedar berguna

Pucuk ketaya akar cambai
Pucuk lempata orang patahkan
Bukannya saya cerdik pandai
unat pidato disembahkan

Bunga melati bunga di darat
Bunga seroja di tepi kali
Hina besi karena karat
Hina manusia tidak berbudi

Tingkap papan kayu persegi
Riga-riga di pulau Angsa
Indah tampan karena budi
inggi bangsa karena bahasa

Limau purut dan limau manis
Tumbuh sebatang di tepi rawa
Kalau menjemput dengan manis
Orang pun datang dengan tertawa

Yang merumput yang kan memagar
Yang tertanam yang menumbangkan
Yang menjemput yang kan mengantar
ang meminjam yang memulangkan

Kalau merumput dahan dikerat
Batang dipetik dengan seraga
Kalau menjemput dengan adat
Pulangkan balik dengan lembaga

Pabila meraut selodang buluh
Siapkan lidi buang miangnya.
Bila menjemput orang nan jauh
iapkan nasi dengan hidangnya

Putus gading karena kerat
Belum jatuh sudahlah retak
Putus runding karena mufakat
Hukum jatuh benar terletak

Kalau ranting sudah bertangkai
Janganlah dililit-lilit juga
Kalau berunding sudah selesai
angan diungkit-ungkit juga

Jangan patahkan atap mengkuang
Atap patah kumbangpun lalu
Jangan patahkan cakap orang
Cakap patah orangnya malu

Kalau puting sudah bertangkai
Retak tangkai disampul balik
Kalau berunding sesama pandai
elak berderai timbal balik

Kalau banyak bertanam puding
Di mana busut di sana seminai
Kalau bijak dalam berunding
Di mana kusut di sana selesai

Sebelum menggali buah bengkuang
Galilah dahulu buah ketari
Sebelum mencari kesalahan orang
arilah dahulu kesalahan sendiri

Jangan suka membuka dada
Dada terbuka lapuk bajunya
Jangan suka mengada-ada
Mengada-ada buruk lakunya

Mana yang laut dilautkan
Mana yang tasik ditasikkan
Mana yang patut dipatutkan
ana yang baik dibaikkan

Kalau terbakar rumpun padi
Eloklah terbang dibuat suluh
Kalaulah kabar belum pasti
Eloklah buang berjauh-jauh

Kalau dinding julai berjulai
Banyaklah semut yang menyeragai
Kalau berunding berlalai-lalai
anyaklah kusut yang tak selesai

Kerakap tumbuh di lantai
Pohon ijuk tumbuh berbanjar
Bercakap kami tak pandai
Mohon diberi tunjuk dan ajar

Yang kecil sigama-gama
Yang besar sijalar-jalar
Yang kecil disebut nama
ang besar dihimbau gelar

Seluk berseluk daunnya terap
Terap diampai menjadi benang
Eloklah elok dalam bercakap
Cakap sampai maksudnya terang

Jika batang padi yang rebah
Tegakkan tumang di ujung tanjung
Jika datang kan kami sembah
ang tak datang kan kami junjung

Kalau batang sudah condong
Buah yang lebat menjadi luruh
Kalau orang sudah tersinggung
Semua sahabat menjadi musuh

Kalau sekali-kali berderap
Lama-lama pastilah patah
Kalau sekali tersalah cakap
ama-lama jadi berbantah

Kalau rabuk ada serbuknya
Kalau campak ada pompatnya
Kalau duduk ada patutnya
Kalau tegak ada tempatnya

Jangan memalu-malu arang
Arang dipalu pecah berbelah
Jangan memalu-malukan orang
Orang malu kita pun susah

Banyak orang pandai berkitab
Sedikit saja pandai bersyair
Banyak orang pandai bercakap
Sedikit saja pandai berpikir

Kalau duduk tulis-menulis
Elok juga membaca kitab
Kalau duduk di dalam majelis
lok-elok kalau bercakap

Kalau berkitab membaca syair
Banyaklah orang datang mendengar
Kalau cakap tiada berpikir
Banyaklah orang yang bertengkar

Kalau berkitab sambil menulis
Jangan sampai dawat terbuang
Kalau bercakap di dalam majelis
angan sampai mengumpat orang

Kalau kita tidak bersuluh
Jangan takut berjalan malam
Kalau kita tidak bermusuh
Jangan takut makan setalam

Kalau kita tidak bergalah
Jangan takut membentang kajang
Kalau kita tidak bersalah
angan takut ditantang orang

Kalau rotan dipanjat benalu
Sekerat disimpan dalam bakul
Kalau beban sudah ke bahu
Berat ringan wajib dipikul

Kalau kacip sudah dibuka
Buah pinang yang ditunangnya
Kalau aib sudah ke muka
alah menang kan imbangnya

Kalau busut beranai-anai
Manakah buluh menjadi sirih
Kalau kusut tidak selesai
Manakah keruh menjadi jernih

Kalau dinding tidak berlantai
Apa gunanya kayu dipepat
Kalau runding tidak selesai
pa gunanya penghulu adat

Kalau tanduk menjadi gading
Ambillah sirih agak seganggang
Kalau duduk dalam berunding
Pikiran jernih dada pun lapang

Kalau busut cari bangkalnya
Bila buluh cari bukunya
Kalau kusut cari pangkalnya
ila keruh cari hulunya

Kalau payah mencari pukat
Carilah jaring yang di kuala
Kalau payah mencari mufakat
Carilah runding balik semula

Kalau sampai ke laut gading
Belokkan kolek mencari selat
Kalau bertikai dalam berunding
loklah balik kepada adat

Kalau salah meminjam pukat
Salah pula meminjam tengkalak
Kalau salah di dalam adat
Salah pula di dalam syarak

Kalau tak ada di dalam pukat
Cobalah cari di dalam tengkalak
Kalau tak ada di dalam adat
obalah cari di dalam syarak

Kalau belera sudah direbus
Takkan dapat dimakan mentah
Kalau perkara sudah diputus
Takkan dapat dirobah-robah

Kalau hendak merebus belera
Cencang dulu tampuk putiknya
Kalau hendak memutus perkara
imbanglah dulu buruk baiknya

Tembuk tabir membawa benang
Tembuk dinding dibawakan damar
Tertumbuk pikir bawa bertenang
Tertumbuk runding bawa bersabar

Kalau beratapkan daun nanas
Banyaklah hujan jatuh ke talam
Kelau bercakap berkeras-keras
anyaklah orang yang salah paham

Daripada menakuk rumpun buluh
Elok menetak bunga cendawan
Daripada duduk bersama musuh
Eloklah tegak bersama kawan

Hari panas jangan ke laut
Kalau ke laut kapal tergalang
Hati panas jangan diturut
alau diturut akal pun hilang

Jangan mengipas-ngipas arang
Kalau dikipas banyak baranya
Jangan memanas-manaskan orang
Kalau panas banyak maranya

Kalau buluh tinggal di tanah
Batang sorek dicelis-celis
Kalau bodoh tinggal di rumah
ang cerdik masuk ke majelis

Jangan menetak urat bawang
Urat bawang ada gambutnya
Jangan menolak niat orang
Niat orang ada maksudnya

Jangan menampi-nampi kacang
Kalau ditampi busuk buahnya
Jangan mengapi-apikan orang
alau berapi buruk padanya

Kalau keladi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta balas

Kalau memagar rumpun bawang
Pagar dahulu lapis berlapis
Kalau mendengar pengaduan orang
engarkan dulu habis-habis

Jangan suka mencabut padi
Kalau dicabut hilang buahnya
Jangan suka menyebut budi
Kalau disebut hilang tuahnya

Kalau makan keladi muyang
Jangan lupa pada bungkalnya
Kalau termakan ke budi orang
anganlah lupa pada asalnya

Apalah tanda batang tebu
Batang tebu halus uratnya
Apalah tanda orang berilmu
Orang berilmu halus sifatnya

Apalah tanda batang padi
Tumbuh di ladang lebat buahnya
Apalah tanda orang berbudi
lok dipandang baik bahasanya

Apalah tanda batang bengkal
Batang bengkal banyak bukunya
Apalah tanda orang berakal
Orang berakal bijak lakunya

Apalah tanda batang kulim
Batang kulim rindang dahannya
Apalah tanda orang alim
rang alim lapang dadanya

Apalah tanda batang putat
Batang putat bersegi buahnya
Apalah tanda orang beradat
Orang beradat tinggi marwahnya

Apalah tanda batang betik
Batang betik panjang pangkalnya
Apalah tanda orang yang cerdik
rang cerdik panjang akalnya

Apalah tanda pisang tanaman
Pisang tanaman banyak akarnya
Apakah tanda orang beriman
Orang beriman banyak sabarnya

Apalah tanda batang keladi
Batang keladi di tanah isinya
Apalah tanda orang berbudi
rang berbudi rendah hatinya

Kalau paku batang berduri
Duri mencabik-cabik baju
Elok baju orang tak iri
Irinya menengok baik laku

Apalah tanda padi berbuah
Lebatlah tangkai daunnya subur
Apalah tanda negeri bertuah
akyatnya damai hidupnya makmur

Anak rusa cepat berlari
Diikat kaki terlompat-lompat
Banyak harta dapat dicari
Sahabat sejati payah didapat

Anak kuda berlari-lari
Berlarilah dengan tali-talinya
Banyak harta orang tak iri
ri orang menengok budinya

Banyak orang mandi berenang
Tidak peduli kapalnya karam
Banyak orang mencari senang
Tidak peduli halal dan haram

Banyak orang mendaki bukit
Bukit didaki bergesa-gesa
Banyak orang mencari duit
uit dicari badan binasa

Banyak orang menjerat rusa
Sudah terlupa meniup api
Banyak orang berbuat dosa
Sudah lupa hidup kan mati

Banyak orang mencari katung
Tidak peduli bulannya terang
Banyak orang mencari untung
idak peduli merugikan orang

Kalau menangguk-nangguk udang
Tangguk dianyam rapat-rapat
Kalau duduk di tempat orang
Duduklah dengan duduk bersifat

Berkait-kait akan beluru
Berkelok-kelok lilit rotan
Berpahit-pahit kita dahulu
arulah elok di hari kemudian

Kalau berkayuh menyusur batang
Tandanya sampan akan ke darat
Kalau mengeluh pagi dan petang
Tandanya badan kian melarat

Kalau bergalah jangan bergayuh
Kalau berkayuh bertambah basah
Kalau bersusah jangan mengeluh
alau mengeluh bertambah susah

Sudah banyak orang bergalah
Yang berenang hanya sedikit
Sudah banyak orang yang kalah
Yang menang hanya sedikit

Dalam meniup ingatlah api
Dalam makan ingatlah tulang
Dalam hidup ingatlah mati
alam berjalan ingatlah pulang

Ingat-ingat mencari kerang
Mencari kerang ada tempatnya
Ingat-ingat di negeri orang
Negeri orang ada adatnya

Ingat-ingat merendam kain
Kain itu ada kapasnya
Ingat-ingat dalam bermain
ermain itu ada batasnya

Kalau sudah cukup berenang
Cepat-cepatlah naik ke darat
Kalau sudah hidupnya senang
Ingat-ingatlah orang melarat

Kalau sudah biasa berenang
Ingat-ingat pada basahnya
Kalau sudah merasa senang
ngat-ingat ke masa susahnya

Kain dicelup berwarna biru
Celup sekali dilipat-lipat
Pakaian hidup aib dan malu
Pakaian mati amal ibadat

Banyak orang renang berenang
Sudah terlupa ke jalan darat
Banyak orang bersenang lenang
udah terlupa jalan akhirat

Sungguh elok berbatang lebat
Redup rindang tiada basahnya
Sungguh elok orang bertobat
Hidup senang hilang dosanya

Banyak-banyak membuat jermal
Jermal dibuat di air dangkal
Banyak-banyaklah berbuat amal
mal dibuat menjadi bekal

Batang betik batang bertarah
Batang keladi manisnya ada
Orang cerdik penyambung lidah
Orang berani pelapis dada

Sungguh elok berbatang lebar
Tidak nampak basah kuyupnya
Sungguh elok orang penyabar
idak nampak susah hidupnya

Retak buah sigama-gama
Retak tanduk liku berliku
Minta petuah kepada ulama
Minta petunjuk pada yang tahu

Retak urat ada bercanggah
Retak bara ada tengarang
Minta kuat kepada gajah
inta suara kepada enggang

Belum jatuh sudah berdetak
Detak mengirai balik berbalik
Hukum jatuh benar terletak
Gelak berderai timbal balik

Kalau elang tari menari
Kalau pipit loncat meloncat
Kalau hilang cari mencari
alau sakit obat mengobat

Kalau menebang sama mengerat
Kalau membakar sama menyuluh
Kalau menimbang sama berat
Kalau menakar samalah penuh

Kalau memukat sama menimba
Kalau melenggang sama pergi
Kalau mendapat sama berlaba
alau hilang sama merugi

Yang padat bernama besi
Yang berongga tanda beruang
Yang adat sama diisi
Yang lembaga sama dituang

Yang perahu beruang timba
Yang sauh tambang terpaut
Yang berbau buang ke rimba
ang keruh buang ke laut

Mana galah digalahkan juga
Kalau layar dilayarkan pula
Mana salah disalahkan juga
Kalau benar dibenarkan pula

Kalaulah tahu patah akarnya
Tebanglah pohon sekecil-kecilnya
Kalaulah tahu salah benarnya
imbanglah hukum seadil-adilnya

Patah kecil kita tampunkan
Patah besar kita tumbangkan
Salah kecil kita ampunkan
Salah besar kita timbangkan

Galah besar bergalah kecil
Galah kecil kita lapisi
Salah besar kita perkecil
alah kecil kita habisi

Kalau memandang jangan merentus
Kalau melendan jangan melanyah
Kalau mencencang jangan memutus
Kalau makan jangan memunah

Memanggang sepat bersela-sela
Menjamur pukat berkering-kering
Tegang adat berjela-jela
endur adat berdenting-denting

Yang melentur yang berat
Yang bertangkai yang dituai
Yang seukur yang dikerat
Yang sesuai yang akan dipakai

Yang berdering yang mematah
Yang berabu yang kan membakar
Yang bertaring yang mengerkah
ang berkuku yang kan mencakar

Alim nampak kepada rupa
Alim dijunjung sampai tua
Yatim anak tiada berbapa
Yatim kampung tiada bertua

Kalau berbuah ada ranumnya
Bila cendawan ada kelatnya
Kalau menyanggah ada hukumnya
ila melawan ada adatnya

Jangan menetakkan parang patah
Buat hulunya sebatang ruyung
Jangan menegakkan benang basah
Membuat malu orang sekampung

Kalau sudah duduk beramai
Untuk apa duduk seorang
Kalau sudah duduk berdamai
ntuk apa mengajak perang

Kalau sudah menebuk gading
Tebuk menjadi ukiran tepat
Kalau sudah duduk berunding
Eloklah cari jalan mufakat

Kalau lepat sudah dikukus
Jerang ketupat dalam kuali
Kalau mufakat sudah putus
egang erat sampai ke mati

Anak itik terlompat-lompat
Anak beruk termangu-mangu
Niat baik kita percepat
Niat yang buruk ditunggu dulu

Terbang tempua membumbung tinggi
Anak garuda layang melayang
Orang tua-tua dijunjung tinggi
nak muda-muda dikasih sayang

Anak ular mati terpukul
Anak tapah selam menyelam
Yang benar pastilah timbul
Yang salah akan tenggelam

Kalau redup pasanglah kandil
Bila sepi pasanglah pukat
Kalau hidup peganglah wakil
ila mati peganglah amanat

Pisau peraut baru bertuang
Beri bertali dengan rotan saga
Rantau diturut dengan udang
Negeri dihuni dengan lembaga

Yang semah ada helatnya
Yang bidan ada bangsanya
Yang rumah ada adatnya
ang tepian ada bahasanya

imau purut limau manis
Tumbuh sebatang di tepi rawa
alau menjemput orang nan jauh
Siapkan nasi dengan hidangya

angan patahkan atap mengkuang
Atap patah kumbangpun lalu
angan patahkan cakap orang
akap patah orangnya malu

Hari panas jangan ke laut
Kalau ke laut kapal tergalang
Hati panas jangan diturut
Kalau diturut akalpun hilang

Banyak orang mandi berenang
Tidak peduli kapalnya karam
anyak orang mencari untung
Tidak peduli merugikan orang

h1

PANTUN NASEHAT AGAMA

Juli 28, 2008

Orang Bayang pergi mengaji
Ke Cubadak jalan ke Panti
Meninggalkan sembahyang jadi berani
Seperti badan tak akan mati

Pangkal dibelit di pohon jarak
Jarak nan tumbuh tepi serambi
Jangan dibuat yang dilarang syarak
Itulah perbuatan yang dibenci Nabi

Jarak nan tumbuh tepi serambi
Pohon kerekot bunganya sama
Itulah perbuatan yang dibenci Nabi
Petuah diikut segala ulama

Pohon kerekot bunganya sama
Buahnya boleh dibuat colok
Petuah diikut semua ulama
Jangan dibawa berolok-olok

Rusa banyak dalam rimba
Kera pun banyak tengah berhimpun
Dosa banyak dalam dunia
Segeralah kita minta ampun

Kera banyak tengah berhimpun
Sandarkan galah pada pohon
Segeralah kita meminta ampun
Kepada Allah tempat bermohon

Tuman dipegang jatuh ke laut
Disambar yu jerung tenggiri
Imanpun tetap sehingga maut
Di situ baru tahukan diri

Disambar yu jerung tenggiri
Sutan Amat mandi bersimbur
Di situlah baru tahukan diri
Malaikat memalu dalam kubur

Kait-kait di padang temu
Terap ditimbun di ujung galah
Baik-baik berpegang pada ilmu
Harapkan ampun pada Allah

Temu itu banyak warnanya
Ada yang putih ada yang biru
Ilmu itu banyak gunanya
Tiada boleh orang menggaru

Pecah cawan di atas peti
Cawan minum Sutan Amat
Tuhan Allah yang mahasuci
Jangan dilupakan setiap saat

Banyaklah hari antara hari
Tidak semulia hari Jumat
Banyaklah nabi antara nabi
Tidak semulia Nabi Muhammad

Delima batu dipenggal-penggal
Bawa galah ke tanah merah
Lima waktu kalau ditinggal
Ibu bapak pasti marah

Buah ini buah berangan
Masak dibungkus sapu tangan
Dunia ini pinjam-pinjaman
Akhirat kelak kampung halaman

Belah buluh bersegi-segi
Buat mari serampang ikan
Kuasa Allah berbagi-bagi
Lebih laut dan juga daratan

Asam rumbia dibelah-belah
Buah separuh di dalam raga
Dunia ikut firman Allah
Akhirat dapat masuk surga

Ambil galah kupaskan jantung
Orang Arab bergoreng kicap
Kepada Allah tempat bergantung
Kepada Nabi tempat mengucap

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam riang-riang
Menangis di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam riang-riang
Menangis di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Kemumu di dalam semak
Jatuh melayang selaranya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya

h1

KUMPULAN PANTUN NASEHAT

Juli 28, 2008

Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan

Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

asam kendis asam gelugur
ke 3 asam riang riang
badan menangis di dlm kubur
teringat badan tak pernah sembahyang

Kemumu di tengah pekan
Di hembus angina jatuh ke bawah
Ilmu yang tak pernah di amalkan
Bagai pohon tak berbuah

Buah semangka buah labu
Buah di atas enak rsanya
Berbondonglah kamu menuntut ilmu
Karena wajib hukumnya

Naik pesawat ke pakistan
Sampainya pasti cepat
Belajarlah dari kesalahan
Kelak kebahagiaan akan di dapat

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.